Dalam rangka penyederhanaan birokrasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisian serta peningkatan kinerja dan pelayanan publik, berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Lamongan Nomor 67 Tahun 2025, urusan Protokol dan Komunikasi Pimpinan menjadi kewenangan dan dilaksanakan oleh Bagian Umum. Informasi dan layanan dapat diakses melalui web resmi Bagian Umum pada tautan: bag-umum.lamongankab.go.id.
Demi mewujudkan kejayaan Lamongan yang berkeadilan, Bupati Lamongan Yes bersama Wabup Abdul Rouf terus melakukan konsolidasi bersama OPD-OPD terkait untuk mendapatkan berbagai aspirasi terkait penyusunan RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Kali ini Bupati Yes mengunjungi Badan Pusat Statistik untuk melakukan konsolidasi bersama terkait pegentasan kemiskinan yang menjadi prioritasnya, Rabu (28/4).
Melalui konsolidasi yang terus dilakukan ini, Bupati menginginkan kerjasama yang baik dengan BPS, terutama indikator-indikator yang akan dijadikan RPJMD. Kedatangannya ke BPS diharapkan mendapatkan titik terang.
“Beberapa hari kemarin saya keliling-keliling, intinya konsolidasi terutama terhadap indikator-indikator yang akan dijadikan RPJMD ini. selain itu kita akan menyusun apa-apa yang akan kita pecahkan bersama. Saat ini kita bersama BPS untuk melakukan konsolidasi terkait pengentasan kemiskinan. Kita ingin nanti apa kira-kira langkah yang harus kita lakukan,” ucap Bupati Yes.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Agus Puji Raharjo mengungkapkan dukungannya atas dilibatkannya BPS Lamongan dalam kolaborasi terhadap pencapaian visi dan misi Bupati Lamongan yakni terwujudnya kejayaan Lamongan yang berkeadilan.
Seperti keinginan Bupati, lanjut Agus, pihaknya akan melakukan kajian mendalam terhadap indikator-indikator sehingga ditemukan indikator yang dapat mengungkit peningkatan terhadap Indek Pembangunan Manusia (IPM) terutama penentasan kemiskinan di Lamongan.
“Perlunya kajian mendalam terhadap semua indikator terkait kemiskinan, seperti tingkat pendidikan, disitu kita lihat terkait latar belakang pendidikannya, sosialnya, ekonominya dalan lain-lain. Sehingga kita temukan penyebabnya,” tutur Agus. (PROKOPIM)